06.15.08
SUDAH SIAPKAH MASYARAKAT SULUT DALAM WOC 2009 DAN MKPD 2010
Program Pemerintah Pemprov Sulut dan Pemkot Manado yang bersinergi antara Program World Ocean Conffrence 2009 dan Manado Kota Pariwisata dunia 2010, seakan-akan nantinya membawa daerah ini ke arah persiapan Kota Pusat Pariwisata di Indonesia Timur serta menimbulkan multiplayer effect bagi masyarakat yang ada si sulawesi utara, Kemegahan Pantai Bunaken dan ikan coecolant serta hasil laut didalamnya adalah ikon yang mampu menjual kepariwisataan di Sulawesi Utara nantnya.
Dari Pemprov sendiri telah melakukan berbagai upaya lewat Gubenur SHS yaitu melakukan lobi-lobi ke Presiden RI serta ke Peserta yang akan hadir baik lokal maupun Luar negeri, serta melakukan kampanye-kampanye dan Seminar Lokakarya serta mendatangkan investor-investor Perhotelan ke Sulut, mekukan Pelebaran jalan dan airport dalam menunjang persiapan Sulut dalam menggelar kegiatan itu sendiri.
Lain hal dengan Pemkot Manado melalui Walikota Jimmy Rimba Rogi yaitu membangun Fasilitas-fasilitas serta Infrastruktur Penunjang serta merebut Penghargaan2 kota baik itu Kota Bersih (adipura) dan Kota Sehat, serta membangun sarana-sarana Pariwisata penunjang lain selain Bunaken dalam hal ini pemerintah Sulut dan Manado mengadakan Konsentrasi Pembangunan di bidang Sumber daya alam dan Infrsutruktur penunjang lainnya.
Tetapi yang menjadi tanda tanya bagi kami oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSRAT, apakah pemerintah sendiri sudah memikirkan Kesiapan Masyarakat disini?
Yaitu dilihat dari kesiapan Sumber daya Manusia (SDM), Adat Istiadat serta norma-norma kesopanan, ini merupakan Tinjauan Kritis dari kami untuk pemerintah agar nantinya Sumber Daya Alam yang dibangun boleh bersinergi juga dengan Sumber daya Manusia serta Adat Istiadat di daerah ini.
Seperti halnya daerah BALI, bahwa Kesiapan dari Pola Bahasa/Komunikasi serta Norma-norma kesopanan dal hal menerima Kota mereka menjadi Kota kunjungan/pariwisata sudah benar –benar siap.
Lain halnya dengan Sulawesi utara, menurut pantauan kami serta riset yang didapatkan bahwa Masyarakat di Sulawesi Utara Khususnya Kota Manado masih perlu Bimbingan Khusus dan Pelatihan-pelatihan sebagai pelayan yang melayani para pengunjung (Turis) yang akan datang, dari soal bahasa komunikasi internasional Masyarakat Manado masih dikatakan sangat minim ditambah belum dibelajarkan lagi pelatihan services marketing dalam soal penjualan barang dan jasa kepada Turis/pengunjung dan menjadi tuan rumah yang baik. Dari segi lain saya melihat di Bali, Turis yang datang hanyalah sebatas wahana Liburan bukan masuk dalam kancah bisnis atapun owner atau pemilik barang dan Jasa penyedia Parwisata, hal ini juga menjadi hal yang sangat menakutkan bagi masyarakat kita, karna Pendidikan serta Pola bisnis dari masyarakat di sini belum teruji kemampuannya, kami sayangkan dengan Program Pemerintah ini hanya akan berdampak negatif pada Masyarakat yaitu akan menjadi Pembantu/penonton dalam rumahnya sendiri, karna kia ketahui bersama bahwa masyarakat di sini tidak dibekali dengan profesi serta pendidikan yang mampu berkompetensi dengan baik.
Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah jangan melupakan hal yang paling krusial yaitu masalah pembangunan Sumber Daya Manusia, kami menawarkan Program pemerintah menyisipkan program-program seperti ini :
1. Les bahasa Intenasional/english Gratis
2. Melakukan Pelatihan-pelatihan Gratis pelayanan daerah Pariwisata
3. Pelatihan-pelatihan Bisnis (Services Marketing) Gratis kepada Masyarakat yang melakukan bisnis baik kecil, menengah maupun besar ataupun kepada calon pebisnis didaerah ini.
4. Menyuport serta membuka kegiatan pelatihan-pelatihan tarian dan Musik khas SULUT baik Kegiatan Pelajar dan Mahasiswa sebagai bibit unggul.
5. Tambahan Mata kuliah baik SD,SMP,SMP dan Mahasiswa
6. memberikan pelatihan gratis pembuatan souvenir khas SULUT.
7. Memberikan Hak sesuai UUD yaitu Dana Pendidikan 20% baik APBN dan APBD.
Selain itu juga kami mengusulkan dari segi SDA dan Infrastruktur kota kiranya ada tambahan :
1. Fasilitas Taksi baik berargo maupun taksi Sewaan perjam/hari
2. Fasilitas Hot Spot Intenet Gratis di Seputaran daerah Kota Manado
3. pembenahan besar-besaran di Bunaken dan sekitarnya sebagai pusat objek wisata
4. menyediakan Money Changer di setiap Sudut Kota.
Dan juga tinjauan dan masukkan kritis kami juga yaitu Pembangunan Sumber daya alam serta Fasilititas dan objek pariwisata tidak boleh mengarah kepada Modernisasi tetapi ke arah maintenace segala objek Parwisata yang berhubungan dengan kulturisme dan budaya Sulut, karna riset kami dengan objek-objek pariwisata yang modernisasi tidak akan menghadirkan pengunjung-pengunjung baik dari Negara-negara di Benua Eropa, Amerika, dan australia Melainkan yang akan datang adalah wistawan Lokal Indonesia. Karna Wisatawan Luar Negeri lebih cocok dengan Objek Wisata Kultur atau budaya –budaya peninggalan Zaman dahulu. Kalau tidak di sadari sangat disayangkan Kota Pariwisata hanya dikunjungi Wisatawan Lokal saja.
Kami harapkan kepada Seluruh Masyarakat bahu-membahu untuk Menunjang Program ini, Kami menyatakan kekecewaan kepada baik intansi atau perorangan yang mengatakan tidak akan mendukung program pemerintah ataupun bahasa seperti itu karna saat ini kita tidak bisa lagi mengatakan kita tidak mampu, sudah selayaknya kita sebagai masyarakat yang baik tetap menunjang dan mampu menjalankan segala program pemerintah baik WOC 2009 dan MKPD 2010, tetapi kita sebagai Masyarakat tetap memberi masukan-masukan yang kritis terhadap pengembangan daerah kita sendiri, agar nantinya tercipta suatu daerah dan kota seperti harapan-harapn kita masing.
Ditulis Oleh
Andika Mongilala,SE
Ketua Umum Senat Mahasiswa
Fakultas Ekonomi UNSRAT.

rico berkata,
November 25, 2008 pada 11:50 am
artikel yang bagus sx…..
qt stuju kalau manado mesti banyak pembenahan..
pokoknya bagus artiekeln7ya