07.24.08

PRESIDEN, JANGAN HANYA BERANTAS KORUPTOR DENGAN KPK MELAINKAN AKTIFKAN JUGA LEMBAGA YANG BERWENANG LAINNYA.

Ditulis dalam Kritikan pada 9:39 am oleh amongilala

PRESIDEN, JANGAN HANYA BERANTAS KORUPTOR DENGAN KPK MELAINKAN AKTIFKAN JUGA LEMBAGA YANG BERWENANG LAINNYA.

ANDIKA MONGILALA : JANGAN SAMPAI HANYA JADI POLITIK MENJATUHKAN LAWAN POLITIK

Oleh

Andika Mongilala

Ketua Umum Senat Mahasiswa

Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi

Pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono patut diacungi jempol dengan perspektif standarisasi Presiden-presiden sebelumnya, ketika manuver-manuver kebijakan pemerintah dalam memerangi korupsi dengan pembentukan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) seakan menjadi Paradigma baru bagi perhelatan kasus korupsi dan para koruptor di bangsa ini.

Tindakan-tindakan KPK yang setidaknya membuat geli serta ketakutan bagi Para koruptor ulung, membuat seakan-akan lembaga ini punya kuasa yang begitu mutlak, tapi sangat disayangankan ketika pemerintah dalam hal ini presiden hanya terobsesi terhadap pemberantasan korupsi hanya dilakukan oleh satu lembaga yang notabennya adalah hasil pembentukannya yang menjadikan wacana adalah lembaga negara yang betul-betul otoriter dan independen yaitu KPK sedangkan Lembaga negara dibawah presiden seperti Kejaksaan yang tugasnya hampir-hampir sama dengan lembaga diatas dibiarkan oleh pemerintah, Justru aparat kejaksaan yang ditangkap KPK.

Untuk itu Presiden harus mempunyai tekad memberantas korupsi bukan hanya dengan KPK tetapi memfungsikan segala aparat-aparat dan lembaga yang berwenang, karna banyak pendapat-pendapat mengatakan bahwa tumpukan-tumpukan para Koruptor-koruptor besar berada dalam tubuh lembaga-lembaga di bawah presiden yang selalu dan masih bersinggasana didalam tubuh itu diantaranya berada di empat pilar korupsi, yaitu di lingkungan istana (korupsi di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif), lingkungan Cendana (kasus korupsi masa lalu), lingkungan senjata (korupsi di lingkungan ABRI dan Kepolisian), dan lingkungan Pengusaha (Korupsi APBN, APBD, dll).

Disisi lain juga kami Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSRAT Melalui Andika Mongilala sebagai ketua umumnya melihat serta Menduga, Tindakan-tindakan KPK yang menjadi Motor dari Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu melakukan penangkapan-penangkapan Kasus Korupsi jangan-jangan hanyalah jadi Politik Menjatuhkan Lawan Politik yang merupakan polical will Presiden, yang nantinya akan memuluskan impiannya yang belum bisa kami diketahui, karna kebanyakan yang ditangkap merupakan lawan politiknya.

Entah nanti akan jadi apa tindakan-tindakan diatas nanti, kami dari mahasiswa hanya berharap tindakan-tindakan pemerintah walaupun memakai politik tetapi tetap tujuannya menghidupkan hajat hidup orang banyak serta membawa indonesia kepada negara yang adil dan makmur.