10.23.08
JADI CALEG DAN MASUK PARPOL ADALAH TREN LAHAN PEKERJAAN BARU BAGI PARA PENGGANGURAN
JADI CALEG DAN MASUK PARPOL ADALAH TREN LAHAN PEKERJAAN BARU BAGI PARA PENGGANGURAN
Oleh
Andika Mongilala, SE
Mahasiswa Magister Management dan Mantan Ketua Senat Mahasiswa
Dengan kehadiran beberapa Partai baru yang Paling tidak ada 38 parpol peserta pemilu 2009 ditambah enam partai lokal untuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD membuat Industri parpol di Indonesia maju pesat, tapi sangat disayangkan parpol-parpol tersebut membuka peluang pekerjaan kepada para pengganguran, dengan kata lain bahwa nantinya akan ada orang yang memanfaatkan pekerjaan sebagai anggota legislatif.
Menurut pantauan saya di Sulut adalah salah satu daerah yang termasuk daerah yang mempunyai banyak caleg-caleg pengganguran, dan juga banyak diantaranya hanya menamatkan Pendidikannya sampai SMU atau adapun memakai titel secara Ijasah ASPAL dengan tempat atau Lembaga pendidikan yang tak jelas dan tak pernah ada, ini sesuai daftar caleg sementara (DCS) yang telah diumumkan, dan ini kebanyakan terletak pada daerah tingkat II atau caleg yang akan duduk di kabupaten/Kota
Saya juga melihat kesalahan dari para parpol-parpol, yang karena demi meloloskan partainya untuk ikut Pemilu 2009, dia rela mengisi nama-nama daftar pengurus Pimpinan daerah/kecamatan/cabang dan para daftar caleg yang tak berkualitas dan tak berpengalaman, dan ini sangat membuka peluang bagi para pengganguran. Para parpol tidak memikirkan hal itu, mereka hanya memikirkan bagaimana mendapatkan suara yang banyak,
Mungkinkah ini dibiarkan terjadi, sadarkah kalian para caleg ataupun politisi, kalian yang mencari lahan pekerjaan di dunia politik, bagaimanakah jika kalian terpilih, sanggupkan kalian bertanggung jawab kepada Masyarakat atas kepercayaan yang mereka berikan.
Akan jadi apa Indonesia nantinya, Jika para politisi dan legislatornya adalah orang-orang pengganguran dan mungkin sebelumnya tidak bisa berseleksi dengan alam pekerjaan, dan bagaimana jika nantinya akan mengemukan pendapat, jika tak pernah ada pengalaman pekerjaan.
Oleh karena itu Masyarakat harus jeli melihat persoalan ini, jangan memilih karna caleg yang karena mudah bergaul, mudah senyum tapi pilih caleg yang benar-benar berkualitas, punya pengalaman pekerjaan dan bukan seorang pengganguran agar nantinya aspirasi kita boleh terserap dan bisa diperjuangkan.