11.23.08

Kolerik

Ditulis dalam Kritikan pada 12:51 pm oleh amongilala

Dari semua temperamen yang ada, orang kolerik adalah seorang yang paling jarang dibelenggu rasa kuatir atau rasa takut, mereka berkemauan keras, mudah emosi, dan cenderung untuk bertindak kasar dan kejam. Pada umumnya orang-orang koleriklah yang berani melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya di luar perikemanusiaan.

Sebagian besar dari diktator-diktator dan penjahat-penjahat kejam dunia adalah orang yang bertemperamen kolerik. Mereka hanya memperhatikan kemaunnya sendiri dan biasanya mereka akan semakin keras jika ada orang yang menantang atau menghalangi tindakan-tindakkanya. Karena pendiriannya yang keras, maka sifat permusuhan dan kemarahan terlihat dengan jelas mewarnai sifat orang yang bertemperamen kolerik. Tidak ada orang yang setajam dan sesengit dia dalam berbicara. Namun demikian apabila ia dipenuhi dengan Roh Kudus, maka perkataan-perkataannya akan dibubuhi dengan keramahan dan kebaikan yang digerakkan oleh Roh Kudus, demikian juga dengan tindakan-tindakannya. Mereka serba memaksa dan merasa harus mengubah apa saja yang mereka lihat tidak pada tempatnya, mengoreksi apa saja hal yang tak benar yang diberlakukan terhadap orang yang tidak berdaya.

Namun demikian salah satu sifat yang paling berharga dari si kolerik adalah kemauannya yang keras. jika sifat ini diarahkan kearah yang benar, ia akan menjadi seorang yang sangat berhasil dalam setiap bidang pekerjaan yang dipilihnya. Keberhasilan ini terjadi karana keteguhan hati atau kegigihannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Kegigihan yang dipimpin oleh Roh Kudus merupakan salah satu ciri watak yang patut dihargai dari orang Kolerik. Dan sebaliknya, kegigihan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus dari si kolerik akan membuat dia jauh meninggalkan kehendak Tuhan, karena mereka adalah orang yang paling optimis di dunia. Sifat optimis tersebut membuat mereka sangat puas terhadap diri sendiri dan merasa tidak perlu bergantung kepada orang lain atau kepada Tuhan.

Bagi orang-orang kolerik, keputusan-keputusan harus jelas apa tujuan dan kegunaannya. Selain mereka sangat suka mencapai tujuan, mereka juga berkembang karena tantangan. Sesuatu yang dinyatakan mustahil tidak akan melemahkan semangatnya tetapi sebaliknya hal tersebut akan selalu menjadi orang pertama yang mencetuskan gerakan pembaharuan. Jika mereka melihat ketidakadilan, mereka akan segera bergerak untuk bertindak. Keberanian untuk bertindak ini bukan bersumber dari perasaan belas kasihan mereka tetapi karena kesukaan mereka untuk beraksi.

Sifat dasar seorang kolerik adalah tidak berperasaan, keras, sehingga sulit untuk menyatakan kasih. Oleh karena semua sifat dasar ini, maka orang kolerik adalah orang-orang yang lebih membutuhkan sifat-sifat yang dipenuhi oelh Roh Kudus dibandingkan dengan temperamen lain. Seorang kolerik yang dipenuhi oleh Roh Kudus selalu akan dapat menguasai sifat-sifat koleriknya yang buruk. Paulus adalah seorang tokoh Alkitab bertemperamen kolerik yang kuat yang telah diubah oleh Roh Kudus. Paulus yang sangat kejam yang tanpa kenal belas kasihan dengan gigih menganiaya orang-orang percaya (Kis 9:1-2; 22:4), setalah diubahkan oleh Roh Kudus menjadi Paulus yang penuh kasih. Dengan penuh kasih dan gigih dia menguatkan, menghibur, membangun iman orang-orang percaya (Gal 4:9; 2 Kor 12:14; Rom 1:11).

Tinggalkan sebuah Komentar