11.23.08
Sangguin
Orang-orang sangguin adalah orang yang disukai pada umumnya karena mereka bersifat sangat terbuka (ekstrovert), hangat, ramah, senang berjabat tangan, dan periang.
Kebiasaan ini pada dasarnya berasal dari kasihnya yang murni terhadap orang lain. Mereka selalu tampak bahagia, tertawa keras dan mendominasi setiap pembicaraan. Sifat hati mereka yang lembut dan berbelaskasihan membuat mereka menjadi dermawan-dermawan yang penuh belas kasihan, penuh perhatian terhadap keadaan disekitarnya dan juga terhadap perasaan atau keadaan pikiran orang lain. Mereka tidak sampai hati mengecewakan orang lain tetapi mereka suka melayani dan menyenangkan orang lain.
Disamping kekuatan-kekuatan yang mereka miliki, mereka juga memiliki kelemahan-kelemahan, seperti:memiliki kemauan yang lemah atau tidak mantap, meledak-ledak dan tidak tenang. Lemahnya kemauan mereka membuat mereka sulit memberikan tanggapan yang tepat jika keadaan sedang gawat, sulit mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, dan jika berada dibawah tekanan tanpa berpikir panjang ia akan langsung memilih untuk berbohong daripada dipermalukan.
Sebagai orang yang emosional si sangguin adalah orang-orang yang paling cepat menyesali perbuatan-perbuatan salah mereka. Penyesalannya selalu disertai dengan tangisan yang mengharukan. Mereka sangat terampil di dalam mengungkapkan perasaan mereka. Tetapi sekalipun mereka telah menyatakan penyesalan yang sungguh-sungguh, apabila kemudian mereka menghadapi masalah yang sama, mereka akan mengulangi lagi kesalahan yang sama dan begitu menerima akibat dari perbuatannya, mereka akan langsung menyesal lagi. Oleh karena itu, apabila Roh Kudus tidak memperkuat kemauan mereka yang lemah, mereka adalah orang-orang yang tidak bisa dipercaya, dan yang lebih buruk lagi, mereka tidak dapat mempercayai diri mereka sendiri. Mereka selalu bersungguh-sungguh saat membuat janji tetapi jarang dapat menepati janjinya.
Si sangguin juga terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah bisa diam, tetapi selalu berbicara di setiap kesempatan di mana seharusnya mereka berdiam diri sehingga mereka sering berbicara kurang bijaksana. Bagi mereka berbicara adalah satu hal yang mudah, mereka selalu mempunyai topik pembicaraan dan sangat terampil membuat setiap pembicaraan menjadi terdengar menarik. Orang sangguin yang dipenuhi Roh Kudus, apabila menjadi Romo/Suster/pewarta akan menjadi Romo/Suster/pewarta yang memiliki pengaruh yang luar biasa seperti Petrus.
Bertentangan dengan sifat sok beraninya, seorang sangguin pada umumnya adalah seorang yang cukup penakut. Ia akan melakukan sesuatu tanpa memikirkan tujuan dari apa yang dilakukannya. Ia hanya sekedar berpuas diri dengan sedikit kesenangan sebab ia bisa melakukan suatu kegiatan. Bagitu ia menyadari akibat dari apa yang sedang dilakukannya, ia akan menjadi takut dan ragu.
Seorang sangguin juga terkenal sebagai orang yang berhati panas, terlalu spontan, mudah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, melakukan sesuatu menurut dorongan hati, sehingga ia sering meninggalkan pekerjaannya sebelum selesai untuk melakukan sesuatu yang lebih menarik. Ia bukan pemalas hanya saja perhatiannya terhadap satu masalah hanya sebentar.
Orang-orang sangguin tidak perlu berputus asa dengan kelemahan-kelemahannya. Bekerja samalah dengan Roh Kudus dan berikan kesempatan kepada kuasaNYA untuk menguatkan kelemahan-kelemahan yang ada.
Petrus adalah seorang murid Tuhan Yesus Kristus yang memiliki temperamen sangguin yang kuat. Sifat-sifat seorang sangguin yang belum dipenuhi Roh Kudus dan sifat-sifat sangguin yang telah dipenuhi Roh Kudus dengan jelas dapat dilihat dalam kehidupan Petrus. Petrus yang tidak dipenuhi Roh Kudus adalah Petrus yang berubah-ubah, tidak bijaksana (Luk 22:33-62), penakut (Mat 14:30), sombong (Mat 26:31-33), namun Petrus yang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah Petrus yang tidak berubah-ubah, berani, bijaksana (Kis 3,4,5), rendah hati (Kis 9:36-42).
Kolerik
Dari semua temperamen yang ada, orang kolerik adalah seorang yang paling jarang dibelenggu rasa kuatir atau rasa takut, mereka berkemauan keras, mudah emosi, dan cenderung untuk bertindak kasar dan kejam. Pada umumnya orang-orang koleriklah yang berani melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya di luar perikemanusiaan.
Sebagian besar dari diktator-diktator dan penjahat-penjahat kejam dunia adalah orang yang bertemperamen kolerik. Mereka hanya memperhatikan kemaunnya sendiri dan biasanya mereka akan semakin keras jika ada orang yang menantang atau menghalangi tindakan-tindakkanya. Karena pendiriannya yang keras, maka sifat permusuhan dan kemarahan terlihat dengan jelas mewarnai sifat orang yang bertemperamen kolerik. Tidak ada orang yang setajam dan sesengit dia dalam berbicara. Namun demikian apabila ia dipenuhi dengan Roh Kudus, maka perkataan-perkataannya akan dibubuhi dengan keramahan dan kebaikan yang digerakkan oleh Roh Kudus, demikian juga dengan tindakan-tindakannya. Mereka serba memaksa dan merasa harus mengubah apa saja yang mereka lihat tidak pada tempatnya, mengoreksi apa saja hal yang tak benar yang diberlakukan terhadap orang yang tidak berdaya.
Namun demikian salah satu sifat yang paling berharga dari si kolerik adalah kemauannya yang keras. jika sifat ini diarahkan kearah yang benar, ia akan menjadi seorang yang sangat berhasil dalam setiap bidang pekerjaan yang dipilihnya. Keberhasilan ini terjadi karana keteguhan hati atau kegigihannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Kegigihan yang dipimpin oleh Roh Kudus merupakan salah satu ciri watak yang patut dihargai dari orang Kolerik. Dan sebaliknya, kegigihan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus dari si kolerik akan membuat dia jauh meninggalkan kehendak Tuhan, karena mereka adalah orang yang paling optimis di dunia. Sifat optimis tersebut membuat mereka sangat puas terhadap diri sendiri dan merasa tidak perlu bergantung kepada orang lain atau kepada Tuhan.
Bagi orang-orang kolerik, keputusan-keputusan harus jelas apa tujuan dan kegunaannya. Selain mereka sangat suka mencapai tujuan, mereka juga berkembang karena tantangan. Sesuatu yang dinyatakan mustahil tidak akan melemahkan semangatnya tetapi sebaliknya hal tersebut akan selalu menjadi orang pertama yang mencetuskan gerakan pembaharuan. Jika mereka melihat ketidakadilan, mereka akan segera bergerak untuk bertindak. Keberanian untuk bertindak ini bukan bersumber dari perasaan belas kasihan mereka tetapi karena kesukaan mereka untuk beraksi.
Sifat dasar seorang kolerik adalah tidak berperasaan, keras, sehingga sulit untuk menyatakan kasih. Oleh karena semua sifat dasar ini, maka orang kolerik adalah orang-orang yang lebih membutuhkan sifat-sifat yang dipenuhi oelh Roh Kudus dibandingkan dengan temperamen lain. Seorang kolerik yang dipenuhi oleh Roh Kudus selalu akan dapat menguasai sifat-sifat koleriknya yang buruk. Paulus adalah seorang tokoh Alkitab bertemperamen kolerik yang kuat yang telah diubah oleh Roh Kudus. Paulus yang sangat kejam yang tanpa kenal belas kasihan dengan gigih menganiaya orang-orang percaya (Kis 9:1-2; 22:4), setalah diubahkan oleh Roh Kudus menjadi Paulus yang penuh kasih. Dengan penuh kasih dan gigih dia menguatkan, menghibur, membangun iman orang-orang percaya (Gal 4:9; 2 Kor 12:14; Rom 1:11).
Melankolis
Orang yang memiliki temperamen melankolik adalah orang yang memiliki kecakapan dan bakat-bakat yang bermutu. Presentase orang jenius yang bertemperamen melankolik jauh lebih tinggi dibanding dengan orang-orang yang bertemperamen lain. Bukti bahwa orang-orang melankolik kaya dengan banyak kemampuan dapat kita lihat dalam kehidupan tokoh-tokoh Alkitab, seperti: Yakub, Salomo, Elia, Yesaya, Daniel, Yehezkiel, Obaja, Yunus, Yohanes Pembaptis, rasul Yohanes, Musa, dll. Bila mereka diberi satu tanggung jawab untuk menyelesaikan satu pekerjaan, mereka akan bekerja keras untuk memenuhi batas waktu dan standar tinggi yang mereka buat sendiri. Oleh karena itu mereka dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu karena mereka adalah orang-orang yang sangat disiplin.
Orang melankolik tidak mudah menjalin tali persahabatan dengan orang lain, tetapi ia akan sangat setia kepada orang-orang yang akrab dengannya. Sifat khas ini membuat orang-orang melankolik sangat berbakti kepada Allah bila mereka sudah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Sifat rela berkorban dari orang-orang melankolik membuat mereka sering mengabdikan diri pada pekerjaan yang menuntut banyak pengorbanan diri. Sifat khas ini menjelaskan kenyataan mengapa banyak hamba-hamba Tuhan dan dokter yang bertemperamen melankolik, dan dari antara hamba-hamba Tuhan tersebut banyak yang begitu berbakat di dunia sekuler bersedia meninggalkan semua prestasi yang telah dicapainya dan mengabdi kepada Tuhan Yesus Kristus. Misalnya Musa, sebagai anak angkat puteri Firaun ia menjadi orang kedua sesudah Firaun. Tetapi Musa memilih untuk “menderita sengsara dengan umat Allah” suatu keputusan yang amat rela berkorban (Ibrani 11:24-25). Kalau kita mengamati dengan baik dalam seluruh sejarah hidup Musa, maka kita akan dapat melihat dengan jelas sifat-sifat dari orang yang bertemperamen melankolik yang kuat di dalam diri Musa, bagaimana sifat-sifat tersebut sebelum dia berserah kepada Allah dan bagaimana kuasa Roh Kudus menguatkan setiap kelemahan Musa yang melankolik setelah dia berserah kepada Allah dengan jelas sekali dapat kita baca dalam kitab Keluaran 1-20; 24:9-18; 32-34 dan di dalam kitab Bilangan.
Sifat pembawaan mereka yang perfeksionis (ingin segalanya sempurna), sangat perasa, pemurung, suka mencela/mengkritik, suka menyendiri, pesimistis, cenderung berpusat pada diri sendiri, cenderung mengikuti perasaan hatinya yang berubah-ubah, dan sifat merendah yang berlebih-lebihan membuat mereka menjadi orang-orang yang tidak percaya diri, tidak memiliki keyakinan, sulit menerima pujian, sulit untuk merasa puas atas apa yang mereka lakukan atau orang lain lakukan, sangat larut dengan kesalahan-kesalahannya dan mengabaikan keberhasilannya, suka mencela, mudah tersinggung, sering memendam sakit hati dan dendam untuk jangka waktu yang lama, akibatnya kecakapan dan bakat-bakat mereka yang bermutu tersebut menjadi tidak kelihatan sama sekali.
Sukacita merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap orang melankolik untuk menggantikan emosinya yang biasanya murung, dan suka mengeluh. Damai sejahtera dari Roh Kudus merupakan obat kuat bagi orang melankolik, yang perasaannya sangat sensitif, dari kecenderungan mencela, curiga dan dendam. Dan iman akan membuat dia keluar dari rasa tidak percaya dirinya. Orang-orang melankolik, semakin dewasa (kecuali dipenuhi dengan Roh Kudus), ia makin cenderung mengalami suasana hati yang muram, cepat marah, tidak bersukacita, dan tidak mungkin disenangkan. Suasana hati seperti ini menyebabkan ia mudah terserang depresi. Musa, Elia, dan Yunus adalah tiga hamba Allah yang besar yang pernah mengalami depresi sehingga kehilangan semangat untuk hidup dan memohon kepada Allah supaya diizinkan mati (1 Raj 19: Yunus 4:1-3).
10.28.08
MEKANISME SUARA TERBANYAK JANGAN HANYA JADI BUALAN PARPOL KEPADA CALEG
MEKANISME SUARA TERBANYAK DALAM MENENTUKKAN CALON LEGISLATIF YANG NANTINYA AKAN TERPILIH SEBAGAI ANGGOTA LEGISLATIF, YANG SAAT INI GUNAKAN OLEH HAMPIR SELURUH PARPOL PESERTA PEMILU 2009 TERNYATA TIDAK CUKUP KUAT DASAR ATURAN SERTA HUKUMNYA.
JADI DALAM UU INI JELAS MENERANGKAN BAHWA SISTEM YANG DIPAKAI ADALAH SISTEM NOMOR URUT KECUALI MERAIH SUARA DIATAS 30 % DARI BPP, DAN TIDAK PERNAH DISEBUTKAN MEKANISME SUARA TERBANYAK DAN INI MENJADI TANYA BESAR BAGI SAYA SEORANG MAHASISWA, KENAPA DARI PIHAK PARPOL SELALU MENGKAMPANYEKAN MENGENAI SUARA TERBANYAK SEDANGKAN INI TIDAK DIPERBOLEHKAN OLEH UU ?
TETAPI SAYA PIKIR INI SEMUA BELUM TERLAMBAT, DAN SAYA MEMPUNYAI SARAN DAN PEMIKIRAN KEPADA PARA PARPOL DAN PARA CALEG AGAR NANTINYA BERLANGSUNG SESUAI DENGAN KEINGINAN MEKANISME SUARA TERBANYAK YAITU :
PARA PARPOL LEWAT ANGGOTA LEGISLATIFNYA HARUS MEMOHON, MEMPERJUANGKAN, MENGADAKAN PLENO PEMBAHASAN AMANDEN / PERUBAHAN UU NO.10/2008, KHUSUSNYA PASAL 214 TENTANG PENETAPAN CALON TERPILIH ANGGOTA DPR, DPRD PROVINSI, DAN DPRD KABUPATEN/KOTA DARI PARTAI POLITIK AGAR PADA AYAT D HARUS DITAMBAHKAN ANAK KALIMAT “DAN ATAU SUARA TERBANYAK“
MENGAMBIL LANGKAH STRATEGIS YAITU DENGAN DAPAT MEMPERGUNAKAN SURAT PERNYATAAN PENGUNDURAN DIRI SEJAK AWAL YG DISERAHKAN CALEG KEPADA PARPOL JIKA CALEG TERSEBUT TERPILIH BUKAN KARENA SUARA TERBANYAK. KEGIATAN SEPERTI INI SUDAH SANGAT BANYAK DILAKUKAN OLEH PARPOL KARNA PADA PASAL 218 TENTANG PENGGANTIAN CALON TERPILIH YAITU PADA AYAT 1 BUTIR B DAN AYAT 3 MEMPUNYAI CELAH HUKUM, DAN CARA INI BISA DIPAKAI, AKAN TETAPI INI JUGA HARUS BENAR-BENAR DIBARENGI DENGAN KESEPAKATAN ANTARA PARPOL DENGAN KPU YANG DITUANGKAN MELALUI PERATURAN KPU AGAR NANTINYA TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PASAL 218 AYAT 2 DAN 5.
MENURUT PANTAUAN SAYA SAMPAI SAAT INI PIHAK PARPOL HANYA MENGUMPULKAN SURAT PENGUNDURAN DIRI DARI PARA CALEG TETAPI TIDAK MELAKUKAN PERJANJIAN ATAU KESEPAKATAN DENGAN KPU, MAKA CARA INI TIDAK KUAT SECARA HUKUM.
JIKA ANDA SEORANG CALEG SEBAIKNYA, HARUS ADA BUKTI YANG ANDA PEGANG BAIK SURAT PENGUNDURAN DIRI DARI SELURUH PARA CALEG DAPIL ANDA MAUPUN SURAT/PERATURAN KPU TENTANG KERJASAMA DENGAN PARPOL ANDA. JIKA PARA CALEG TIDAK JELI DAN MELAKUKAN SEPERTI INI SANGAT DISAYANGKAN NANTINYA MEKANISME SUARA TERBANYAK HANYALAH MENJADI LIPS SERVICE DAN RETORIKA BELAKA DARI PARPOL SAJA, TETAPI DALAM PRAKTEKNYA MEKANISME NOMOR URUT TETAP DIPAKAI, DAN DUGAAN SAYA, BUKAN TIDAK MUNGKIN, INI HANYA PERMAINAN ELIT PARA PETINGGIH PARPOL YANG INGIN PARTAINYA MERAUP SUARA, NAMUN MENGORBANKAN HAK DARI PARA CALEG-CALEG NOMOR URUT BAWAH YANG SUDAH BERJUANG.
PERNYATAAN INI SAMA SEPERTI PERNYATAAN, KETUA KPU PUSAT PROF.DR.H.ABDUL HAFIDZ ANSYORI.MA, SENIN 8 SEPTEMBER 2008 “MENGATAKAN TIDAK AKAN MENERIMA SUARA TERBANYAK DAN TETAP AKAN MENGGUNAKAN NOMOR URUT SESUAI PASAL 214 UU NO.10/2008. ARTINYA PENETAPAN CALON TERPILIH DENGAN SUARA TERBANYAK YANG DI GEMBAR GEMBORKAN PARPOL HANYALAH SEBUAH WACANA DALAM RANGKA MENDULANG SUARA MASYARAKAT PEMILIH DAN “MEMOTIVASI” CALEGNYA UNTUK LEBIH AKTIF MERAIH SUARA DIDAERAH PEMILIHANNYA MASING-MASING.
Oleh ANDIKA MONGILALA,SE
10.23.08
JADI CALEG DAN MASUK PARPOL ADALAH TREN LAHAN PEKERJAAN BARU BAGI PARA PENGGANGURAN
JADI CALEG DAN MASUK PARPOL ADALAH TREN LAHAN PEKERJAAN BARU BAGI PARA PENGGANGURAN
Oleh
Andika Mongilala, SE
Mahasiswa Magister Management dan Mantan Ketua Senat Mahasiswa
Dengan kehadiran beberapa Partai baru yang Paling tidak ada 38 parpol peserta pemilu 2009 ditambah enam partai lokal untuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD membuat Industri parpol di Indonesia maju pesat, tapi sangat disayangkan parpol-parpol tersebut membuka peluang pekerjaan kepada para pengganguran, dengan kata lain bahwa nantinya akan ada orang yang memanfaatkan pekerjaan sebagai anggota legislatif.
Menurut pantauan saya di Sulut adalah salah satu daerah yang termasuk daerah yang mempunyai banyak caleg-caleg pengganguran, dan juga banyak diantaranya hanya menamatkan Pendidikannya sampai SMU atau adapun memakai titel secara Ijasah ASPAL dengan tempat atau Lembaga pendidikan yang tak jelas dan tak pernah ada, ini sesuai daftar caleg sementara (DCS) yang telah diumumkan, dan ini kebanyakan terletak pada daerah tingkat II atau caleg yang akan duduk di kabupaten/Kota
Saya juga melihat kesalahan dari para parpol-parpol, yang karena demi meloloskan partainya untuk ikut Pemilu 2009, dia rela mengisi nama-nama daftar pengurus Pimpinan daerah/kecamatan/cabang dan para daftar caleg yang tak berkualitas dan tak berpengalaman, dan ini sangat membuka peluang bagi para pengganguran. Para parpol tidak memikirkan hal itu, mereka hanya memikirkan bagaimana mendapatkan suara yang banyak,
Mungkinkah ini dibiarkan terjadi, sadarkah kalian para caleg ataupun politisi, kalian yang mencari lahan pekerjaan di dunia politik, bagaimanakah jika kalian terpilih, sanggupkan kalian bertanggung jawab kepada Masyarakat atas kepercayaan yang mereka berikan.
Akan jadi apa Indonesia nantinya, Jika para politisi dan legislatornya adalah orang-orang pengganguran dan mungkin sebelumnya tidak bisa berseleksi dengan alam pekerjaan, dan bagaimana jika nantinya akan mengemukan pendapat, jika tak pernah ada pengalaman pekerjaan.
Oleh karena itu Masyarakat harus jeli melihat persoalan ini, jangan memilih karna caleg yang karena mudah bergaul, mudah senyum tapi pilih caleg yang benar-benar berkualitas, punya pengalaman pekerjaan dan bukan seorang pengganguran agar nantinya aspirasi kita boleh terserap dan bisa diperjuangkan.
