Tips Pasar Modal by Andika Mongilala


” Pengalaman tidak selalu guru yang terbaik, kalau kita tidak mangambil hikmahnya. Oleh sebab itu ambillah hikmah dari pengalaman sukses orang lain, karena anda tidak perlu biaya untuk itu””

Setelah kita mengetahui psikologi pasar modal secara umum dari tulisan saya pada edisi sebelumnya. Di mana ada tiga unsur psikologis yaitu :

1. Disiplin pribadi
2. Kontrol emosi
3. Keberanian untuk perubahan

Kita masih ingat dengan “seorang pemuda tampan yang dengan PEDE nya tidak mau menerima masukan atau advis dari siapapun yang akhirnya ketika pasar bullish, portofolio sang pemuda tampan tersebut tidak mengikuti pasar yang sedang tren naik.” Penulis berharap pengalaman pemuda di atas tidak akan terjadi pada kita semua. Namun ada juga suatu pengalaman yang indah dari “seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi swasta, yang mana dia mampu membayar SPP kuliahnya dengan berinvestasi pada pasar saham. Mahasiswa ini sangat aktif dan peka terhadap perkembangan, hanya dengan modal Rp 20.000.000 dapat menghasilkan profit sekitar 5 % per bulan. Sehingga dalam setahun sudah terkumpul keuntungan Rp 25.000.000 dan dalam tahun kedua Rp 40.000.000. Akhirnya mahasiswa ini menyelesaikan studinya sambil berinvestasi di pasar saham”. Dari dua contoh pengalaman tersebut, pasti dengan logika sederhana saja kita akan memilih pengalaman seperti mahasiswa ketimbang seorang pemuda yang hanya SOK PEDE.!!

Ternyata mahasiswa ini sangat menguasai Psikologi pasar modal dan mempunyai tips dalam berinvestasi. Tentunya, mahasiswa ini dalam day to day perjalanannya investasi di pasar saham tidak melulu untung, tapi dia dapat menyiasati perkembangan sehingga lebih banyak untungnya dari pada ruginya.

OK terbukti Tips juga dapat merupakan hal pokok dalam berinvestasi pasar saham. Saya mengibaratkan dengan menguasai tips artinya ” seorang melakukan perburuan di kebun binatang, tapi kalau kita tidak ada tips sama saja kita berburu di hutan belantara yang sangat sulit mencari mangsa”. Bahasa kerennya tips adalah Policy (Kebijakan) yang harus dimiliki oleh investor dalam berinvestasi.

Semua orang tahu Warren Buffet, Bill Gates, Onnasis, Jack Wealch, Iacocca. Mereka adalah tokoh-tokoh dunia yang mewarnai perekonomian global yang mempunyai prinsip-prinsip atau pilosofi hidup yang terbukti berhasil dalam menjawab tantangan zaman. Selama ini, penulis selalu hobi mengutip kata-kata dari tokoh-tokoh tersebut dan ternyata tanpa disadari sangat match diterapkan sebagai tips dalam dinamika Pasar Modal atau khususnya Pasar Saham (Stock Market).

Dibawah ini, penulis mencoba merangkum prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut :

1. Jangan pernah terjebak dalam ketergesaan/buru-buru
Banyak investor terkecoh dengan sifat tergesa-gesa, padahal kalau kita berfikir lebih tenang, disadari bahwa pasar saham tidak akan pernah tutup besok. Dengan kata lain tidak ada kata telat dalam investasi yang ada hanya yakin atau tidak terhadap instrumen investasi yang dipilih. Jadi kita harus buang sifat ini dan seperti diketahui bersama bahwa Better Late Than Never (lebih baik telat dari tidak sama sekali.

2. Jangan membiarkan kerugian kecil menjadi besar
Pada pertengahan tahun lalu 2007, pasar modal Indonesia terkena dampak global yaitu Subprime Mortgage (gagal bayarnya tunggakan-tunggakan kredit kepimilikan rumah di Amerika Serkat), lalu akhir-akhir ini terkena dampak keanikan harga minyak mentah menjadi US$ 100 per barrel bahkan sekarang sudah menembus angka psikologis tersebut. Dari dua kasus ini sebagian besar investor di pasar saham mengalami loss (kerugian), namun sebagian investor tidak pernah sadar dengan kerugian tersebut. Mereka selalu menunggu durian jatuh agar harga saham bisa naik kembali, tetapi yang diperoleh hanya memperbesar kerugian yang akhirnya frustrasi.

3. Pindah posisi portofolio ketika sudah rugi
Bila terjadi hal pada poin no# 2, seharusnyalah investor merubah posisi portofolio yang secara fundamental dan teknikal menjanjikan pada waktu selanjutnya. Sebagai contoh bila sebelumnya kita memegang saham sektor properti yang sudah turun, maka kita harus pindah posisi pada saham-saham pertambangan dan perkebunan yang lebih disukai pada saat-saat Indonesia terkena dampak regional dan global.

4. Selalu fokus pada hal-hal esensi
Ada dua faktor utama dalam pemilihan saham yaitu fundamental dan teknikal (kumpulan tingkah laku investor). Hal-hal esensi dominan ditentukan oleh faktor fundamental antara lain adalah sehat atau tidaknya emiten, pengaruh makro ekonomi terhadap industri, indikator-indikator finansial. Jadi dalam hal ini, walaupun faktor teknikal juga penting tapi karena faktor fundamental banyak terkait hal-hal esensi maka harus didahulukan.

5. Ketika pasar lagi tren naik, jangan terlampau senang
6. Berfikir positif ketika pasar lagi turun sehingga tercipta optimisme sepanjang waktu
Poin # 5 dan # 6 adalah menyangkut perasaan hati investor dalam menghadapi situasi pasar saham.
Berkenaan dengan ini seorang investor harus menjaga perasaan hatinya yang mana ketika pasar
sedang naik dan sedang turun supaya tetap stabil sehingga selalu dapat berfikir logis dan menghasilkan tindakan yang sewajarnya.

7. Berinvestasi pada industri yang sudah dimengerti (don’t do that if you don’t understand)

Sehingga kita wajib mempelajari lebih dahulu secara dalam bila ingin berivestasi minimal dengan studi kelayakan yang memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 > General
 -Overview
 -Strategy
 -Life cycle
 -Financial summary
 >Product
 -Product line
 -Product market
 -Marketing and customers
 >Production and Distribution
 -Process & costs
 -Distribution
 -Suppliers & raw material
 >Competition
 -Environment
 -Competition analysis

8. Membeli nilai (value) investasi bukan sekedar ikut-ikutan
9. Ikuti arah pasar (market), jangan menentang pasar artinya selalu mengikuti perkembangan pasar
10. Investor yang baik selalu melihat mengantisipasi resiko, bukan melihat keuntungan semata,
Everything must be measureable (segala sesuatunya harus terukur)

Poin #8, #9 dan #10 boleh dibilang adalah klimaks dari poin-poin sebelumnya karena syarat dengan pengetahuan-pengetahuan yang mesti dikuasai investor dalam investasi pasar saham. Bisa dibilang dengan rumus VMV (Value, Market, Measureable).

Dari sepuluh tips di atas bisa saja saling bertentangan kepentingan dalam menghadapi satu masalah pada investasi pasar saham, penulis menyarankan untuk lebih dahulu mengetahui apa masalahnya secara detail lalu baru di lihat satu per satu yang cocok untuk memecahkan permasalahan tersebut. Setelah mengetahui tips di atas ada tiga kalimat yang penulis sampaikan :

• Mulailah dari yang kecil
• Mulailah dari sekarang
• Mulailah dari diri sendiri

”Mungkin kita ingin seperti Warren Buffet (orang terkaya dunia yang menekuni pasar saham), tetapi menjadi diri sendiri lebih baik dengan mangambil pengalaman-pengalaman orang yang sukses tanpa mengeluarkan biaya (for free)”.
.
”Bila anda tidak bisa merubah dunia, ubahlah lingkungan anda, bila tidak juga ubahlah diri anda agar sukses dalam berinvestasi dengan menguasai semua tips yang positif baik dari renungan, teman, guru, buku, diskusi dan lingkungan anda”.

Yok

Tinggalkan sebuah Komentar